Gejala Orang Yang Terkena Diabetes

Banyak orang yang tidak menyadari mereka mengidap diabetes karena setiap orang memiliki kepekaan yang berbeda-beda. Terkadang mereka sampai tidak bisa merasakan perubahan yang terjadi di dalam dirinya. Keluhan seperti capek atau lemah sering kali dianggap hal biasa karena kurang tidur atau faktor usia yang bertambah tua. Begitu mereka menyadari bahwa dirinya mengidap diabetes mereka menjadi cemas dan khawatir karena selain keluhan dan gejala berjalan perlahan dan tidak terasakan, juga gejalanya bervariasi, tergantung organ mana yang terkena. Tak heran jika diabetesi (orang yang mengidap diabetes) ditemukan setelah diabetesnya diderita beberapa tahun, bahkan mereka baru ke dokter setelah mengalami komplikasi.

 Beberapa keluhan utama diabetes adalah :

1. Banyak Kencing
Ginjal tidak dapat menyerap kembali gula yang berlebihan di dalam darah sehingga gula akan menarik air keluar dari jaringan. Selain kencing menjadi sering dan banyak, Anda juga mengalami dehidrasi atau kekurangan cairan.

2. Rasa Haus
3. Berat Badan Turun
4. Rasa Seperti Flu dan Lemah
5. Mata Kabur
6. Luka Susah Sembuh
7. Rasa Semutan
8. Gusi Merah dan Bengkak
9. Kulit Kering dan Gatal
10. Mudah Terkena Infeksi
11. Gatal Pada Daerah Kemaluan

Diabetes Harus Berhenti Merokok

Beberapa waktu yang lalu saya pernah mendengar ada fatwa tentang larangan merokok. Fatwa tersebut menimbulkan pro dan kontra di dalam kalangan masyarakat. Isi dari fatwa tersebut intinya tidak boleh merokok karena merokok itu haram hukumnya. Ya tentu saja hukum yang dimaksud adalah berdasarkan hukum islam, yang bersumber dari kitab suci Al Quran. Banyak kontra dari para lelaki atau bapak-bapak yang tentunya sudah terlanjur kecanduan dengan rokok. Dan banyak mendapat dukungan dari para wanita atau ibu-ibu yang merasa dirugikan karena suami mereka merokok, banyak dirugikan dari segi kesehatan maupun dari segi keuangan. Bagaimana tidak para istri merasa dirugikan dengan adanya suami mereka merokok, bayangkan saja jika suami mereka sehari menghabiskan minimal 1 bungkus rokok setiap hari, misal harga 1 bungkus rokok Rp 20.000 di kali 30 hari, maka uang sebanyak Rp 600.000 sudah mereka korbankan untuk dibakar alias buat merokok. Itu baru harga minimal dengan perumpamaan 1 bungkus sehari dan saya yakin sekali untuk perokok aktif yang sudah kecanduan pasti sehari bisa menghabiskan lebih dari 1 bungkus. Jika sehari menghabiskan 2 bungkus rokok, sekitar 1,2 juta uang melayang begitu saja untuk sesuatu yang tidak ada manfaatnya sama sekali. Tinggal dihitung saja berapa juta rupiah melayang sia-sia kalau sehari 3 bungkus, 4 bungkus, dan seterusnya. Padahal uang tersebut seharusnya bisa digunakan untuk kebutuhan rumah tangga atau biaya sekolah anak yang lebih penting. 

Kalau dari segi kesehatan, menurut saya pribadi merokok juga tidak ada manfaatnya sama sekali, justru dapat menyebabkan berbagai macam penyakit. Tetapi kalau menurut mereka para perokok katanya merokok dapat menghilangkan stress, padahal sebenarnya banyak cara yang lebih sehat dan lebih hemat juga tentunya untuk menghilangkan stress. Setiap kali seseorang menghirup asap rokok, ada empat ribu bahan kimia yang ikut tersedot tubuh, termasuk 63 macam bahan kimia yang menimbulkan kanker (carcinogen), serta racun lain, seperti karbon monoksida, amonia, sianida, arsen, dan formaldehid. Jadi selain perokok aktif, perokok pasif pun bisa terkena dampaknya karena menghirup asap rokok yang dikelurkan oleh perokok aktif.

Sekitar dua tahun yang lalu saya baru menyadari kalau Bapak saya mengalami gejala penyakit diabetes. Setelah saya telusuri memang beliau ada keturunan diabetes dari garis keturunan bapaknya. Selain dari faktor resiko keturunan, gejala-gejala yang dialami Bapak saya sudah menjurus ke trias diabetes atau gejala klasik diabetes, yaitu polifagia, polidipsi, dan poliuria. Bapak saya jadi sering merasa lapar, haus, dan sering buang air kecil. Sejak 2 tahun terakhir ini juga badan semakin kurus, berat badan menurun drastis tanpa sebab yang jelas. Dan dari semua gejala-gejala tersebut sudah dipastikan diagnosisnya adalah Diabetes Melitus Tipe 2.

Bapak saya adalah seeorang perokok aktif, yaaa sampai sekarang masih menjadi perokok aktif. Perokok aktif yang sudah kecanduan berat nikotin seperti Bapak saya pasti punya sejuta alasan untuk tidak berhenti merokok. Pernah bahkan sering sekali saya menyuruh bapak saya untuk berhenti merokok dengan alasan kesehatan, tapi apa jawaban bapak saya? "Umur sudah ada yang mengatur, banyak juga kok yang meninggal muda padahal engga merokok, atau merokok tapi malah panjang umur sampai berpuluh-puluh tahun masih hidup." Yah begitulah susahnya menyuruh orang berhenti merokok, sama seperti pasien-pasien saya yang lain ketika dihadapan saya bilang iya mau berhenti merokok mungkin karena takut ataupun segan sama dokternya tetapi dibelakang, istrinya ngadu ke saya kalau suaminya masih merokok. Untuk para perokok baik yang masih muda maupun sudah tua ni ya tolong dipikirkan baik-baik, memang iya umur sudah ada yang mengatur tapi apakah Anda mau sisa umur Anda dihabiskan dengan menderita penyakit tertentu yang disebabkan oleh rokok? Pasti jawabannya tidak mau kan. 

Walaupun sudah tau terkena diabetes sampai sekarang bapak saya belum mau berhenti merokok, tetapi beliau sudah lebih penurut kepada saya, contohnya dulu sama sekali tidak mau periksa ke dokter spesialis entah mungkin karena malas pergi kesana atau belum siap menerima kenyataan diagnosis penyakitnya atau mungkin yang lebih berat belum siap untuk berhenti merokok karena pasti dokter manapun akan menyuruhnya untuk segera berhenti merokok, tetapi sekarang beliau sudah mulai menurut untuk melakukan apa yang saya perintahkan seperti mau dicek darahnya setiap hari dibawah pengawasan saya. Dan untuk bisa berhenti merokok masih proses, pelan-pelan saya selalu sounding untuk berhenti merokok segera. Mungkin bapak saya ataupun pembaca disini masih bingung kenapa orang yang menderita diabetes harus berhenti merokok? Memang apa hubungannya, bukankah merokok hanya berhubungan dengan paru-paru saja? Ternyata kebiasaan merokok membuat orang lebih mudah terkena diabetes karena merokok satu batang saja bisa membuat penggunaan insulin oleh tubuh Anda berkurang 15 persen. Setelah merokok satu batang itu berhenti 10-12 jam, barulah kinerja insulin bisa pulih seperti semula. Apabila keadaan yang seperti itu berlangsung terus menerus maka Anda akan menjadi diabetesi dengan ancaman mengalami berbagai komplikasi diabetes yang menakutkan. Kalau sudah tahu merokok tidak ada manfaatnya sama sekali bahkan dapat menimbulkan berbagai macam penyakit, masih tidak setujukah Anda dengan fatwa merokok itu haram? Jadi tunggu apalagi, segeralah berhenti merokok. Sayangilah diri Anda sendiri dan keluarga dengan cara berhenti merokok sekarang juga.

Tips-Tips Mengatasi Morning Sickness

Kehamilan adalah waktu yang sangat diidam-idamkan para wanita. Apalagi untuk pasangan yang sudah menikah dalam jangka waktu yang lama namun belum memiliki keturunan, pasti kehamilan adalah moment yang sangat ditunggu-tunggu. Alangkah baiknya sebelum hamil, Anda harus siap dengan segala perubahan-perubahan yang terjadi pada ibu hamil, baik perubahan secara fisik maupun emosi. Ada beberapa perubahan fisiologis yang terjadi pada ibu hamil, salah satunya yaitu mual dan muntah pada pagi hari atau biasa disebut Morning Sickness. Tidak sedikit wanita hamil yang merasa sangat terganggu dengan adanya morning sickness ini.

Morning sickness atau pregnancy sickness adalah perasaan mual yang disertai atau tanpa disertai muntah selama kehamilan. Namanya memang morning sickness seharusnya memang terjadi hanya pada pagi hari namun faktanya morning sickness dapat terjadi setiap saat sepanjang hari terutama ketika lambung kosong. Jika rasa mual dan muntah menetap atau semakin memburuk, maka kondisi tersebut disebut dengan hyperemesis gravidarum.

Penyebab morning sickness adalah peningkatan hormon progesterone yang dapat mengganggu sistem pencernaan ibu hamil. Hormon ini memperlambat fungsi metabolisme termasuk sistem pencernaan. Selain karena peningkatan hormon progesterone, morning sickness juga dapat disebabkan oleh makanan yang pedas dan berminyak, serta peningkatan sensitivitas bau dan rasa pada ibu hamil. Bau yang pada kondisi normal bisa saja memicu mual dan muntah pada wanita yang sedang hamil.

9 Cara Mengatasi Morning Sickness :
1.       Perbanyak waktu istirahat di tempat tidur. Beri jeda waktu sekitar 1 jam antara membuka mata dan bangun dari tempat tidur
2.       Makan 4-5 kali sehari dengan porsi kecil sebagai pengganti makanan berat dan hindari kondisi terlalu kenyang atau terlalu lapar
3.       Hindari stress. Morning sickness banyak terjadi pada wanita hamil yang sedang mengalami stress baik dalam rumah maupun pekerjaan
4.       Menghirup aroma lemon atau jahe, minum lemon atau mengkonsumsi semangka dapat mengurangi rasa mual
5.       Hindari pemicu terjadinya mual, seperti bau badan, aroma makanan yang tajam, kosmetik yang berbau wangi, toiletris
6.       Hindari tempat yang hangat karena dapat meningkatkan rasa mual
7.       Hirup udara segar dan lakukan exercise/olahraga setiap hari
8.       Hindari makanan yang berminyak, terlalu pedas dan beraroma menyengat yang dapat menyebabkan mual
9.       Hindari merokok, minuman mengandung alkohol, dan kafein

Selamat mencoba cara-cara untuk mengatasi morning sickness di atas, semoga berhasil dan perjalanan kehamilan Anda menyenangkan. Jika terjadi morning sickness yang menetap dan memburuk silahkan konsultasi ke dokter spesialis kandungan terdekat untuk mendapatkan penanganan yang lebih lanjut.

Zat Besi Penting Untuk Tumbuh Kembang Bayi Dan Anak


Zat besi (Fe) adalah salah satu mineral penting yang sangat dibutuhkan tubuh manusia untuk membentuk komponen heme dari hemoglobin (Hb). Hemoglobin adalah komponen darah yang membawa oksigen dari paru ke seluruh bagian tubuh, termasuk otak, dan membawa balik karbon dioksida dari jaringan tubuh ke paru. Zat besi juga merupakan bagian dari mioglobin (membantu otot menyimpan oksigen), beberapa jenis enzim, dan jaringan tubuh lainnya.

Pada anak balita rentan terhadap kekurangan zat besi karena sejak usia 4-6 bulan (pada bayi lahir cukup bulan) kebutuhan zat besinya meningkat cepat. Sekarang Anda harus tau peran penting zat besi antara lain:
1.       Berperan dalam pertumbuhan sistem saraf anak, terutama dalam periode emas (0-2 tahun)
2.       Membantu perkembangan kognitif dan konsentrasi saat sekolah dan bermain
3.       Berperan dalam peningkatan tinggi dan berat badan
4.       Meningkatkan nafsu makan
5.       Meingkatkan kekebalan tubuh

Nah banyak kan fungsi zat besi, sekarang apa yang terjadi jika anak Anda kekurangan zat besi? Defisiensi (kekurangan) zat besi dapat menyebabkan anemia. Anemia adalah keadaan dimana kadar hemoglobin dibawah normal. Kondisi ini harus diperhatikan karena akan mempengaruhi fungsi tubuh secara normal. Bayi atau anak yang menderita anemia defisiensi besi akan terlihat pucat, lesu, tidak bergairah, kurang nafsu makan, bermasalah dalam pemusatan perhatian, dan mudah lelah saat bermain. Selain itu daya tahan tubuhnya juga menurun terhadap infeksi kuman penyakit. Jika kondisi ini tidak diatasi, anak tersebut akan mengalami gangguan tumbuh kembang, seperti tinggi dan berat badan dibawah normal, gangguan nafsu makan, kuku yang berbentuk seperti sendok, dan gangguan belajar.

Dari beberapa gejala defisiensi zat besi di atas adakah salah satu ciri-ciri yang terjadi pada anak Anda? Pada usia 4-6 bulan, sebaiknya dilakukan uji tapis pemeriksaan zat besi pada bayi yang hanya mendapatkan ASI. Pemeriksaan ini dilakukan dengan cara pengambilan sampel darah bayi untuk melihat kadar zat besi yang diketahui dari nilai hemoglobin (Hb), nilai ferritin atau kadar zat besi dalam darah. Rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia tentang pemberian zat besi pada bayi ASI (tanpa dilakukan pemeriksaan darah) adalah sebagai berikut:
1.     Bayi Berat Lahir Rendah < 2500 gram : 3 mg/kgBB dari usia 1 bulan hingga 2 tahun, setiap hari
2.     Bayi Cukup Bulan : 2 mg/kgBB dari usia 4 bulan hingga 2 tahun, setiap hari. Dosis maksimum untuk bayi adalah 15mg/hari, dosis tunggal. Sebaiknyav diberikan 30 menit sebelum makan atau 2 jam sesudah makan agar penyerapannya sempurna.
3.       Usia 2-5 Tahun : 1 mg/kgBB, dua kali perminggu, selama 3 bulan berturut-turut setiap tahun.
4.       Usia >5-12 Tahun : 1 mg/kgBB, dua kali perminggu, selama 3 bulan berturut-turut
5.       Usia 12-18 Tahun : 60mg/hari, dua kali perminggu selama 3 bulan berurut-turut

Jika Anda termasuk tipe orang tua yang tidak tega untuk proses pengambilan sampel darah pada bayi atau anak, Anda dapat melakukan alternatif lain untuk memenuhi kebutuhan zat besi anak Anda yaitu dengan pemberian suplementasi zat besi  dengan dosis dan cara seperti penjelasan di atas. Namun bila Anda masih bingung jangan pernah ragu untuk segera membawa anak Anda ke dokter spesialis anak terdekat untuk penanganan dan hasil yang lebih maksimal. Ingat, anak Anda adalah investasi terbesar Anda jadi lakukanlah yang terbaik untuk anak Anda. Semoga sebagai orang tua kita dapat mencetak generasi-generasi sehat, cerdas, dan gemilang penerus bangsa.

Tips Mengatasi Kebotakan Pada Rambut

Pernah lihat ada teman Anda masih muda tapi udah botak? Atau jangan-jangan Anda sendiri yang masih muda tapi sudah botak? Nah bagi Anda yang sekarang sedang bingung karena mengalami kebotakan yuk mari disimak tulisan ini sampai selesai ya. Saya akan mengupas tentang kebotakan dan beberapa tips untuk mengatasi kebotakan rambut Anda.

Kebotakan atau dalam istilah medisnya disebut dengan Alopesia adalah penipisan rambut yang terjadi secara terus menerus. Normalnya penipisan rambut terjadi secara alamiah seiring dengan bertambah tuanya usia seseorang, baik pada pria maupun wanita, biasanya setelah usia 50 tahun. Tetapi pada beberapa orang mengalami kebotakan padahal usia masih dibawah 50 tahun bahkan masih usia 20-30an tahun sudah botak, mengapa bisa terjadi demikian? Nah ternyata ada beberapa faktor penyebab kebotakan selain karena faktor usia, umumnya kebotakan disebabkan oleh faktor keturunan, trauma, zat kimia, obat-obatan tertentu, status nutrisi yang buruk, dan stres. Penyebab lainnya dari kebotakan yaitu sirkulasi darah yang buruk, infeksi, penyakit kulit, kanker, masalah hormonal, dan kegagalan fungsi ginjal atau kegagalan fungsi hati.

Berikut ini beberapa macam jenis kebotakan berdasarkan faktor penyebab dan pola kebotakan yang terjadi:
1.     Alopesia Androgenik adalah penyakit genetik yang berhubungan dengan hormon seks pria. Alopesia Androgenik juga dikenal sebagai male pattern hair loss dan kemungkinan manifestasi gangguan ini akan meningkat seiring dengan bertambah tuanya usia seseorang. Gejala dari jenis kebotakan ini adalah rambut yang menipis, garis batas rambut semakin mundur dan terjadi penipisan rambut di bagian atas kepala hingga akhirnya rambut berhenti tumbuh. Seseorang yang mengalami kebotakan jenis ini memiliki faktor keturunan kebotakan dalam kelaurga.  Beberapa jenis sampo dan pengobatan tertentu mungkin dapat membantu mengatasi atau memperlambat proses kebotakan jenis ini.
2.    Alopesia Areata adalah bentuk kebotakan yang umumnya dihubungkan dengan penyakit autoimun. Kondisi ini menimbulkan jejak berupa bercak-bercak kebotakan yang seringkali berbentuk bundar di berbagai area di kulit kepala. Kebotakan jenis ini masih bersifat ringan karena tidak mengenai seluruh kulit kepala. Jika ada yang mengalami kebotakan jenis ini harus segera periksa dan berobat ke dokter spesialis.
3.    Alopesia Totalis adalah bentuk lebih lanjut dari alopesia areata, dimana terjadi kebotakan di seluruh area kulit kepala. Kondisi ini juga harus segera berobat ke dokter spesialis.
4.    Alopesia Universalis merupakan bentuk terberat dari alopesia areata yang paling banyak dijumpai. Ditandai dengan kebotakan rambut di seluruh tubuh.
5.    Alopesia Traksi adalah kebotakan yang terjadi akibat stres dan ketegangan pada rambut karena tindakan yang dilakukan pada rambut, misalnya karena menggulung rambut, mengeriting, meluruskan, dll yang berlangsung dalam waktu yang lama. Kondisi ini biasanya hanya bersifat sementara, namun kebotakan yang terjadi bisa menjadi permanen jika rambut yang rapuh tersebut sering ditarik terlalu kuat.
6.    Anagen Effluvium adalah terhentinya pertumbuhan rambut secara mendadak yang diakibatkan oleh paparan zat kimia atau radiasi, contohnya pada penderita kanker sesudah menjalankan kemoterapi. Kondisi ini biasanya bersifat reversibel (dapat pulih kembali) dan rambut akan tumbuh kembali setelah terapi atau paparan dihentikan.
7.    Telogen Effluvium adalah peningkatan kerontokan rambut akibat berbagai stres fisik atau emosional. Keadaan stres fisik atau emosinal bisa karena faktor kehamilan, persalinan, gizi buruk, menderita penyakit serius dalam waktu yang lama, gangguan tiroid, sedang mengkonsumsi obat-obatan tertentu, atau sedang berhenti menggunakan pil KB. Kondisi ini hanya berlangsung untuk sementara waktu dan rambut akan tumbuh kembali jika faktor penyebabnya sudah teratasi atau tertangani.

Dari semua jenis-jenis kebotakan rambut di atas, adakah yang sesuai dengan kondisi rambut Anda? Jika ada yang sesuai itu artinya Anda sudah tahu jenis kebotakan jenis apa yang sedang Anda alami saat ini. Berikut ini hal-hal yang dapat Anda lakukan untuk mencegah keparahan kebotakan rambut:
1.     Hindari atau berhenti menggunakan sampo yang bersifat ‘kuat’ dan produk perawatan rambut lainnya yang dapat menyebabkan atau diketahui dapat menyebabkan kerontokan rambut.
2.    Keringkan rambut dengan menekan-nekannya dengan handuk, jangan menggunakan pengering rambut / hair dryer
3.    Gunakan sisir bergigi jarang, karena sisir bergigi rapat cenderung membuat rambut tertarik dan rontok.
4.    Sisirlah rambut secara perlahan mulai dari akarnya sehingga minyak yang dihasilkan oleh kulit kepala dapat disebarkan secara merata di seluruh area rambut.
5.    Hindari gaya rambut dan metode perawatan rambut yang dapat menyebabkan rambut patah atau rontok, misalnya mengikat/mengepang rambut dengan ketat atau meluruskan dengan obat rambut.
6.    Setelah menuangkan sampo di rambut, pijat-pijat kulit kepala dengan jari-jari tangan dan jangan menggaruknya dengan kuku.
7.    Pakailah topi atau tabir surya dengan SPF 15 atau lebih pada bercak-bercak kebotakan di kepala untuk menghindari terjadinya luka bakar pada kulit kepala dan kanker kulit akibat paparan sinar matahari.
8.    Lakukan latihan relaksasi untuk mengurangi kecemasan dan ketegangan.
9.    Makanlah dengan menu makanan yang seimbang gizinya.
10.  Konsultasikan dengan dokter jika penipisan rambut diduga disebabkan karena obat-obat yang sedang digunakan.
11.  Jika kebotakan hanya dialami pada area tertentu saja,tidak seluruh kulit kepala, tutupi bagian yang mengalami kebotakan tersebut dengan rambut yang dipanjangkan disisir hingga menutupi area kebotakan.
12.  Untuk yang mengalami kebotakan permanen, cobalah untuk mengenakan wig (rambut palsu) atau menjalani metode implan (pencangkokan) rambut.

Itulah beberapa tips untuk mencegah terjadinya kebotakan atau mencegah keparahan kebotakan pada rambut. Selamat mencoba dan semoga berhasil, jika masih terjadi kebotakan yang berlanjut segera periksakan dan berobat ke dokter.   


Tips Untuk Mengatasi Jerawat

Sebel ngga sih kalau tiba-tiba di wajah kita muncul jerawat. Apalagi kalau jerawatnya lama hilangnya, bisa-bisa membuat kepercayaan diri kita berkurang dan jadi mengganggu aktivitas kita sehari-hari. Sebenarnya apa sih jerawat itu dan bagaimana bisa muncul jerawat? Jadi jerawat adalah suatu kondisi yang ditandai dengan adanya lesi-lesi berbentuk nodul yang umumnya timbul pada daerah wajah, leher, punggung, dada, dan bahu. Jerawat dicirikan dengan adanya komedo yang terbentuk akibat penyumbatan folikel rambut oleh sekresi minyak dan sel-sel kulit mati. Jerawat kebanyakan dialami oleh individu yang berusia antara 14-19 tahun, walaupun terkadang juga dialami oleh mereka yang berusia 20-30an tahun dan ada kalanya muncul kembali pada saat menopause.

Jerawat umumnya timbul pada saat pubertas, dimana peningkatan kadar hormon terutama androgen, menstimulasi kelenjar sebasea, sehingga mengakibatkan produksi sebum/minyak secara berlebihan. Pada individu yang berusia 20-an awal hingga sekitar usia 25 tahun jerawat biasanya menghilang karena produksi hormon di usia ini sudah lebih stabil.

Jerawat bukan menandakan penderitanya kotor atau jorok, walaupun kebersihan yang buruk dapat memperburuk kondisi jerawat. Kecocokan dan efektivitas pengobatan jerawat untuk masing-masing orang berbeda-beda tergantung dari beberapa faktor seperti penyebab, jenis kulit, usia, gaya hidup, perilaku hidup, pola makan, dan jenis/tipe jerawat itu sendiri.

Beberapa tips untuk mengatasi jerawat agar tidak tambah parah:
ü  Jangan sering-sering mencuci muka
ü  Jangan mencuci muka dengan sabun antiseptik, cukup dibasuh dengan sabun atau pengganti sabun yang bersifat ringan dan tidak membuat kulit kering.
ü  Hindari penggunaan astringent, scrub yang bersifat abrasif atau hars soaps.
ü  Singkirkan rambut dari wajah, terutama rambut yang beminyak karena dapat memperburuk kondisi pori-pori kulit yang tersumbat.
ü  Hindari penggunaan minyak atau produk kosmetik yang berbahan dasar minyak dan lemak karena dapat memperburuk kondisi jerawat.
ü  Gunakan produk kosmetik berbahan dasar air.
ü  Rajin untuk menghilangkan riasan make-up di wajah menggunakan gentle make-up remover sebelum tidur malam.
ü  Hindari memegang wajah dengan tangan atau jari-jari tangan.
ü  Jika jerawat tidak kunjung membaik segera periksakan dan berobat ke dokter spesialis kulit dan kelamin.

Nah itu beberapa tips untuk mengatasi jerawat Anda agar tidak tambah parah. Selamat mencoba dan semoga berhasil ya.

Gejala Orang Yang Terkena Diabetes

Banyak orang yang tidak menyadari mereka mengidap diabetes karena setiap orang memiliki kepekaan yang berbeda-beda. Terkadang mereka sampai...