Gejala Orang Yang Terkena Diabetes

Banyak orang yang tidak menyadari mereka mengidap diabetes karena setiap orang memiliki kepekaan yang berbeda-beda. Terkadang mereka sampai tidak bisa merasakan perubahan yang terjadi di dalam dirinya. Keluhan seperti capek atau lemah sering kali dianggap hal biasa karena kurang tidur atau faktor usia yang bertambah tua. Begitu mereka menyadari bahwa dirinya mengidap diabetes mereka menjadi cemas dan khawatir karena selain keluhan dan gejala berjalan perlahan dan tidak terasakan, juga gejalanya bervariasi, tergantung organ mana yang terkena. Tak heran jika diabetesi (orang yang mengidap diabetes) ditemukan setelah diabetesnya diderita beberapa tahun, bahkan mereka baru ke dokter setelah mengalami komplikasi.

 Beberapa keluhan utama diabetes adalah :

1. Banyak Kencing
Ginjal tidak dapat menyerap kembali gula yang berlebihan di dalam darah sehingga gula akan menarik air keluar dari jaringan. Selain kencing menjadi sering dan banyak, Anda juga mengalami dehidrasi atau kekurangan cairan.

2. Rasa Haus
3. Berat Badan Turun
4. Rasa Seperti Flu dan Lemah
5. Mata Kabur
6. Luka Susah Sembuh
7. Rasa Semutan
8. Gusi Merah dan Bengkak
9. Kulit Kering dan Gatal
10. Mudah Terkena Infeksi
11. Gatal Pada Daerah Kemaluan

Diabetes Harus Berhenti Merokok

Beberapa waktu yang lalu saya pernah mendengar ada fatwa tentang larangan merokok. Fatwa tersebut menimbulkan pro dan kontra di dalam kalangan masyarakat. Isi dari fatwa tersebut intinya tidak boleh merokok karena merokok itu haram hukumnya. Ya tentu saja hukum yang dimaksud adalah berdasarkan hukum islam, yang bersumber dari kitab suci Al Quran. Banyak kontra dari para lelaki atau bapak-bapak yang tentunya sudah terlanjur kecanduan dengan rokok. Dan banyak mendapat dukungan dari para wanita atau ibu-ibu yang merasa dirugikan karena suami mereka merokok, banyak dirugikan dari segi kesehatan maupun dari segi keuangan. Bagaimana tidak para istri merasa dirugikan dengan adanya suami mereka merokok, bayangkan saja jika suami mereka sehari menghabiskan minimal 1 bungkus rokok setiap hari, misal harga 1 bungkus rokok Rp 20.000 di kali 30 hari, maka uang sebanyak Rp 600.000 sudah mereka korbankan untuk dibakar alias buat merokok. Itu baru harga minimal dengan perumpamaan 1 bungkus sehari dan saya yakin sekali untuk perokok aktif yang sudah kecanduan pasti sehari bisa menghabiskan lebih dari 1 bungkus. Jika sehari menghabiskan 2 bungkus rokok, sekitar 1,2 juta uang melayang begitu saja untuk sesuatu yang tidak ada manfaatnya sama sekali. Tinggal dihitung saja berapa juta rupiah melayang sia-sia kalau sehari 3 bungkus, 4 bungkus, dan seterusnya. Padahal uang tersebut seharusnya bisa digunakan untuk kebutuhan rumah tangga atau biaya sekolah anak yang lebih penting. 

Kalau dari segi kesehatan, menurut saya pribadi merokok juga tidak ada manfaatnya sama sekali, justru dapat menyebabkan berbagai macam penyakit. Tetapi kalau menurut mereka para perokok katanya merokok dapat menghilangkan stress, padahal sebenarnya banyak cara yang lebih sehat dan lebih hemat juga tentunya untuk menghilangkan stress. Setiap kali seseorang menghirup asap rokok, ada empat ribu bahan kimia yang ikut tersedot tubuh, termasuk 63 macam bahan kimia yang menimbulkan kanker (carcinogen), serta racun lain, seperti karbon monoksida, amonia, sianida, arsen, dan formaldehid. Jadi selain perokok aktif, perokok pasif pun bisa terkena dampaknya karena menghirup asap rokok yang dikelurkan oleh perokok aktif.

Sekitar dua tahun yang lalu saya baru menyadari kalau Bapak saya mengalami gejala penyakit diabetes. Setelah saya telusuri memang beliau ada keturunan diabetes dari garis keturunan bapaknya. Selain dari faktor resiko keturunan, gejala-gejala yang dialami Bapak saya sudah menjurus ke trias diabetes atau gejala klasik diabetes, yaitu polifagia, polidipsi, dan poliuria. Bapak saya jadi sering merasa lapar, haus, dan sering buang air kecil. Sejak 2 tahun terakhir ini juga badan semakin kurus, berat badan menurun drastis tanpa sebab yang jelas. Dan dari semua gejala-gejala tersebut sudah dipastikan diagnosisnya adalah Diabetes Melitus Tipe 2.

Bapak saya adalah seeorang perokok aktif, yaaa sampai sekarang masih menjadi perokok aktif. Perokok aktif yang sudah kecanduan berat nikotin seperti Bapak saya pasti punya sejuta alasan untuk tidak berhenti merokok. Pernah bahkan sering sekali saya menyuruh bapak saya untuk berhenti merokok dengan alasan kesehatan, tapi apa jawaban bapak saya? "Umur sudah ada yang mengatur, banyak juga kok yang meninggal muda padahal engga merokok, atau merokok tapi malah panjang umur sampai berpuluh-puluh tahun masih hidup." Yah begitulah susahnya menyuruh orang berhenti merokok, sama seperti pasien-pasien saya yang lain ketika dihadapan saya bilang iya mau berhenti merokok mungkin karena takut ataupun segan sama dokternya tetapi dibelakang, istrinya ngadu ke saya kalau suaminya masih merokok. Untuk para perokok baik yang masih muda maupun sudah tua ni ya tolong dipikirkan baik-baik, memang iya umur sudah ada yang mengatur tapi apakah Anda mau sisa umur Anda dihabiskan dengan menderita penyakit tertentu yang disebabkan oleh rokok? Pasti jawabannya tidak mau kan. 

Walaupun sudah tau terkena diabetes sampai sekarang bapak saya belum mau berhenti merokok, tetapi beliau sudah lebih penurut kepada saya, contohnya dulu sama sekali tidak mau periksa ke dokter spesialis entah mungkin karena malas pergi kesana atau belum siap menerima kenyataan diagnosis penyakitnya atau mungkin yang lebih berat belum siap untuk berhenti merokok karena pasti dokter manapun akan menyuruhnya untuk segera berhenti merokok, tetapi sekarang beliau sudah mulai menurut untuk melakukan apa yang saya perintahkan seperti mau dicek darahnya setiap hari dibawah pengawasan saya. Dan untuk bisa berhenti merokok masih proses, pelan-pelan saya selalu sounding untuk berhenti merokok segera. Mungkin bapak saya ataupun pembaca disini masih bingung kenapa orang yang menderita diabetes harus berhenti merokok? Memang apa hubungannya, bukankah merokok hanya berhubungan dengan paru-paru saja? Ternyata kebiasaan merokok membuat orang lebih mudah terkena diabetes karena merokok satu batang saja bisa membuat penggunaan insulin oleh tubuh Anda berkurang 15 persen. Setelah merokok satu batang itu berhenti 10-12 jam, barulah kinerja insulin bisa pulih seperti semula. Apabila keadaan yang seperti itu berlangsung terus menerus maka Anda akan menjadi diabetesi dengan ancaman mengalami berbagai komplikasi diabetes yang menakutkan. Kalau sudah tahu merokok tidak ada manfaatnya sama sekali bahkan dapat menimbulkan berbagai macam penyakit, masih tidak setujukah Anda dengan fatwa merokok itu haram? Jadi tunggu apalagi, segeralah berhenti merokok. Sayangilah diri Anda sendiri dan keluarga dengan cara berhenti merokok sekarang juga.

Tips-Tips Mengatasi Morning Sickness

Kehamilan adalah waktu yang sangat diidam-idamkan para wanita. Apalagi untuk pasangan yang sudah menikah dalam jangka waktu yang lama namun belum memiliki keturunan, pasti kehamilan adalah moment yang sangat ditunggu-tunggu. Alangkah baiknya sebelum hamil, Anda harus siap dengan segala perubahan-perubahan yang terjadi pada ibu hamil, baik perubahan secara fisik maupun emosi. Ada beberapa perubahan fisiologis yang terjadi pada ibu hamil, salah satunya yaitu mual dan muntah pada pagi hari atau biasa disebut Morning Sickness. Tidak sedikit wanita hamil yang merasa sangat terganggu dengan adanya morning sickness ini.

Morning sickness atau pregnancy sickness adalah perasaan mual yang disertai atau tanpa disertai muntah selama kehamilan. Namanya memang morning sickness seharusnya memang terjadi hanya pada pagi hari namun faktanya morning sickness dapat terjadi setiap saat sepanjang hari terutama ketika lambung kosong. Jika rasa mual dan muntah menetap atau semakin memburuk, maka kondisi tersebut disebut dengan hyperemesis gravidarum.

Penyebab morning sickness adalah peningkatan hormon progesterone yang dapat mengganggu sistem pencernaan ibu hamil. Hormon ini memperlambat fungsi metabolisme termasuk sistem pencernaan. Selain karena peningkatan hormon progesterone, morning sickness juga dapat disebabkan oleh makanan yang pedas dan berminyak, serta peningkatan sensitivitas bau dan rasa pada ibu hamil. Bau yang pada kondisi normal bisa saja memicu mual dan muntah pada wanita yang sedang hamil.

9 Cara Mengatasi Morning Sickness :
1.       Perbanyak waktu istirahat di tempat tidur. Beri jeda waktu sekitar 1 jam antara membuka mata dan bangun dari tempat tidur
2.       Makan 4-5 kali sehari dengan porsi kecil sebagai pengganti makanan berat dan hindari kondisi terlalu kenyang atau terlalu lapar
3.       Hindari stress. Morning sickness banyak terjadi pada wanita hamil yang sedang mengalami stress baik dalam rumah maupun pekerjaan
4.       Menghirup aroma lemon atau jahe, minum lemon atau mengkonsumsi semangka dapat mengurangi rasa mual
5.       Hindari pemicu terjadinya mual, seperti bau badan, aroma makanan yang tajam, kosmetik yang berbau wangi, toiletris
6.       Hindari tempat yang hangat karena dapat meningkatkan rasa mual
7.       Hirup udara segar dan lakukan exercise/olahraga setiap hari
8.       Hindari makanan yang berminyak, terlalu pedas dan beraroma menyengat yang dapat menyebabkan mual
9.       Hindari merokok, minuman mengandung alkohol, dan kafein

Selamat mencoba cara-cara untuk mengatasi morning sickness di atas, semoga berhasil dan perjalanan kehamilan Anda menyenangkan. Jika terjadi morning sickness yang menetap dan memburuk silahkan konsultasi ke dokter spesialis kandungan terdekat untuk mendapatkan penanganan yang lebih lanjut.

Zat Besi Penting Untuk Tumbuh Kembang Bayi Dan Anak


Zat besi (Fe) adalah salah satu mineral penting yang sangat dibutuhkan tubuh manusia untuk membentuk komponen heme dari hemoglobin (Hb). Hemoglobin adalah komponen darah yang membawa oksigen dari paru ke seluruh bagian tubuh, termasuk otak, dan membawa balik karbon dioksida dari jaringan tubuh ke paru. Zat besi juga merupakan bagian dari mioglobin (membantu otot menyimpan oksigen), beberapa jenis enzim, dan jaringan tubuh lainnya.

Pada anak balita rentan terhadap kekurangan zat besi karena sejak usia 4-6 bulan (pada bayi lahir cukup bulan) kebutuhan zat besinya meningkat cepat. Sekarang Anda harus tau peran penting zat besi antara lain:
1.       Berperan dalam pertumbuhan sistem saraf anak, terutama dalam periode emas (0-2 tahun)
2.       Membantu perkembangan kognitif dan konsentrasi saat sekolah dan bermain
3.       Berperan dalam peningkatan tinggi dan berat badan
4.       Meningkatkan nafsu makan
5.       Meingkatkan kekebalan tubuh

Nah banyak kan fungsi zat besi, sekarang apa yang terjadi jika anak Anda kekurangan zat besi? Defisiensi (kekurangan) zat besi dapat menyebabkan anemia. Anemia adalah keadaan dimana kadar hemoglobin dibawah normal. Kondisi ini harus diperhatikan karena akan mempengaruhi fungsi tubuh secara normal. Bayi atau anak yang menderita anemia defisiensi besi akan terlihat pucat, lesu, tidak bergairah, kurang nafsu makan, bermasalah dalam pemusatan perhatian, dan mudah lelah saat bermain. Selain itu daya tahan tubuhnya juga menurun terhadap infeksi kuman penyakit. Jika kondisi ini tidak diatasi, anak tersebut akan mengalami gangguan tumbuh kembang, seperti tinggi dan berat badan dibawah normal, gangguan nafsu makan, kuku yang berbentuk seperti sendok, dan gangguan belajar.

Dari beberapa gejala defisiensi zat besi di atas adakah salah satu ciri-ciri yang terjadi pada anak Anda? Pada usia 4-6 bulan, sebaiknya dilakukan uji tapis pemeriksaan zat besi pada bayi yang hanya mendapatkan ASI. Pemeriksaan ini dilakukan dengan cara pengambilan sampel darah bayi untuk melihat kadar zat besi yang diketahui dari nilai hemoglobin (Hb), nilai ferritin atau kadar zat besi dalam darah. Rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia tentang pemberian zat besi pada bayi ASI (tanpa dilakukan pemeriksaan darah) adalah sebagai berikut:
1.     Bayi Berat Lahir Rendah < 2500 gram : 3 mg/kgBB dari usia 1 bulan hingga 2 tahun, setiap hari
2.     Bayi Cukup Bulan : 2 mg/kgBB dari usia 4 bulan hingga 2 tahun, setiap hari. Dosis maksimum untuk bayi adalah 15mg/hari, dosis tunggal. Sebaiknyav diberikan 30 menit sebelum makan atau 2 jam sesudah makan agar penyerapannya sempurna.
3.       Usia 2-5 Tahun : 1 mg/kgBB, dua kali perminggu, selama 3 bulan berturut-turut setiap tahun.
4.       Usia >5-12 Tahun : 1 mg/kgBB, dua kali perminggu, selama 3 bulan berturut-turut
5.       Usia 12-18 Tahun : 60mg/hari, dua kali perminggu selama 3 bulan berurut-turut

Jika Anda termasuk tipe orang tua yang tidak tega untuk proses pengambilan sampel darah pada bayi atau anak, Anda dapat melakukan alternatif lain untuk memenuhi kebutuhan zat besi anak Anda yaitu dengan pemberian suplementasi zat besi  dengan dosis dan cara seperti penjelasan di atas. Namun bila Anda masih bingung jangan pernah ragu untuk segera membawa anak Anda ke dokter spesialis anak terdekat untuk penanganan dan hasil yang lebih maksimal. Ingat, anak Anda adalah investasi terbesar Anda jadi lakukanlah yang terbaik untuk anak Anda. Semoga sebagai orang tua kita dapat mencetak generasi-generasi sehat, cerdas, dan gemilang penerus bangsa.

Tips Mengatasi Kebotakan Pada Rambut

Pernah lihat ada teman Anda masih muda tapi udah botak? Atau jangan-jangan Anda sendiri yang masih muda tapi sudah botak? Nah bagi Anda yang sekarang sedang bingung karena mengalami kebotakan yuk mari disimak tulisan ini sampai selesai ya. Saya akan mengupas tentang kebotakan dan beberapa tips untuk mengatasi kebotakan rambut Anda.

Kebotakan atau dalam istilah medisnya disebut dengan Alopesia adalah penipisan rambut yang terjadi secara terus menerus. Normalnya penipisan rambut terjadi secara alamiah seiring dengan bertambah tuanya usia seseorang, baik pada pria maupun wanita, biasanya setelah usia 50 tahun. Tetapi pada beberapa orang mengalami kebotakan padahal usia masih dibawah 50 tahun bahkan masih usia 20-30an tahun sudah botak, mengapa bisa terjadi demikian? Nah ternyata ada beberapa faktor penyebab kebotakan selain karena faktor usia, umumnya kebotakan disebabkan oleh faktor keturunan, trauma, zat kimia, obat-obatan tertentu, status nutrisi yang buruk, dan stres. Penyebab lainnya dari kebotakan yaitu sirkulasi darah yang buruk, infeksi, penyakit kulit, kanker, masalah hormonal, dan kegagalan fungsi ginjal atau kegagalan fungsi hati.

Berikut ini beberapa macam jenis kebotakan berdasarkan faktor penyebab dan pola kebotakan yang terjadi:
1.     Alopesia Androgenik adalah penyakit genetik yang berhubungan dengan hormon seks pria. Alopesia Androgenik juga dikenal sebagai male pattern hair loss dan kemungkinan manifestasi gangguan ini akan meningkat seiring dengan bertambah tuanya usia seseorang. Gejala dari jenis kebotakan ini adalah rambut yang menipis, garis batas rambut semakin mundur dan terjadi penipisan rambut di bagian atas kepala hingga akhirnya rambut berhenti tumbuh. Seseorang yang mengalami kebotakan jenis ini memiliki faktor keturunan kebotakan dalam kelaurga.  Beberapa jenis sampo dan pengobatan tertentu mungkin dapat membantu mengatasi atau memperlambat proses kebotakan jenis ini.
2.    Alopesia Areata adalah bentuk kebotakan yang umumnya dihubungkan dengan penyakit autoimun. Kondisi ini menimbulkan jejak berupa bercak-bercak kebotakan yang seringkali berbentuk bundar di berbagai area di kulit kepala. Kebotakan jenis ini masih bersifat ringan karena tidak mengenai seluruh kulit kepala. Jika ada yang mengalami kebotakan jenis ini harus segera periksa dan berobat ke dokter spesialis.
3.    Alopesia Totalis adalah bentuk lebih lanjut dari alopesia areata, dimana terjadi kebotakan di seluruh area kulit kepala. Kondisi ini juga harus segera berobat ke dokter spesialis.
4.    Alopesia Universalis merupakan bentuk terberat dari alopesia areata yang paling banyak dijumpai. Ditandai dengan kebotakan rambut di seluruh tubuh.
5.    Alopesia Traksi adalah kebotakan yang terjadi akibat stres dan ketegangan pada rambut karena tindakan yang dilakukan pada rambut, misalnya karena menggulung rambut, mengeriting, meluruskan, dll yang berlangsung dalam waktu yang lama. Kondisi ini biasanya hanya bersifat sementara, namun kebotakan yang terjadi bisa menjadi permanen jika rambut yang rapuh tersebut sering ditarik terlalu kuat.
6.    Anagen Effluvium adalah terhentinya pertumbuhan rambut secara mendadak yang diakibatkan oleh paparan zat kimia atau radiasi, contohnya pada penderita kanker sesudah menjalankan kemoterapi. Kondisi ini biasanya bersifat reversibel (dapat pulih kembali) dan rambut akan tumbuh kembali setelah terapi atau paparan dihentikan.
7.    Telogen Effluvium adalah peningkatan kerontokan rambut akibat berbagai stres fisik atau emosional. Keadaan stres fisik atau emosinal bisa karena faktor kehamilan, persalinan, gizi buruk, menderita penyakit serius dalam waktu yang lama, gangguan tiroid, sedang mengkonsumsi obat-obatan tertentu, atau sedang berhenti menggunakan pil KB. Kondisi ini hanya berlangsung untuk sementara waktu dan rambut akan tumbuh kembali jika faktor penyebabnya sudah teratasi atau tertangani.

Dari semua jenis-jenis kebotakan rambut di atas, adakah yang sesuai dengan kondisi rambut Anda? Jika ada yang sesuai itu artinya Anda sudah tahu jenis kebotakan jenis apa yang sedang Anda alami saat ini. Berikut ini hal-hal yang dapat Anda lakukan untuk mencegah keparahan kebotakan rambut:
1.     Hindari atau berhenti menggunakan sampo yang bersifat ‘kuat’ dan produk perawatan rambut lainnya yang dapat menyebabkan atau diketahui dapat menyebabkan kerontokan rambut.
2.    Keringkan rambut dengan menekan-nekannya dengan handuk, jangan menggunakan pengering rambut / hair dryer
3.    Gunakan sisir bergigi jarang, karena sisir bergigi rapat cenderung membuat rambut tertarik dan rontok.
4.    Sisirlah rambut secara perlahan mulai dari akarnya sehingga minyak yang dihasilkan oleh kulit kepala dapat disebarkan secara merata di seluruh area rambut.
5.    Hindari gaya rambut dan metode perawatan rambut yang dapat menyebabkan rambut patah atau rontok, misalnya mengikat/mengepang rambut dengan ketat atau meluruskan dengan obat rambut.
6.    Setelah menuangkan sampo di rambut, pijat-pijat kulit kepala dengan jari-jari tangan dan jangan menggaruknya dengan kuku.
7.    Pakailah topi atau tabir surya dengan SPF 15 atau lebih pada bercak-bercak kebotakan di kepala untuk menghindari terjadinya luka bakar pada kulit kepala dan kanker kulit akibat paparan sinar matahari.
8.    Lakukan latihan relaksasi untuk mengurangi kecemasan dan ketegangan.
9.    Makanlah dengan menu makanan yang seimbang gizinya.
10.  Konsultasikan dengan dokter jika penipisan rambut diduga disebabkan karena obat-obat yang sedang digunakan.
11.  Jika kebotakan hanya dialami pada area tertentu saja,tidak seluruh kulit kepala, tutupi bagian yang mengalami kebotakan tersebut dengan rambut yang dipanjangkan disisir hingga menutupi area kebotakan.
12.  Untuk yang mengalami kebotakan permanen, cobalah untuk mengenakan wig (rambut palsu) atau menjalani metode implan (pencangkokan) rambut.

Itulah beberapa tips untuk mencegah terjadinya kebotakan atau mencegah keparahan kebotakan pada rambut. Selamat mencoba dan semoga berhasil, jika masih terjadi kebotakan yang berlanjut segera periksakan dan berobat ke dokter.   


Tips Untuk Mengatasi Jerawat

Sebel ngga sih kalau tiba-tiba di wajah kita muncul jerawat. Apalagi kalau jerawatnya lama hilangnya, bisa-bisa membuat kepercayaan diri kita berkurang dan jadi mengganggu aktivitas kita sehari-hari. Sebenarnya apa sih jerawat itu dan bagaimana bisa muncul jerawat? Jadi jerawat adalah suatu kondisi yang ditandai dengan adanya lesi-lesi berbentuk nodul yang umumnya timbul pada daerah wajah, leher, punggung, dada, dan bahu. Jerawat dicirikan dengan adanya komedo yang terbentuk akibat penyumbatan folikel rambut oleh sekresi minyak dan sel-sel kulit mati. Jerawat kebanyakan dialami oleh individu yang berusia antara 14-19 tahun, walaupun terkadang juga dialami oleh mereka yang berusia 20-30an tahun dan ada kalanya muncul kembali pada saat menopause.

Jerawat umumnya timbul pada saat pubertas, dimana peningkatan kadar hormon terutama androgen, menstimulasi kelenjar sebasea, sehingga mengakibatkan produksi sebum/minyak secara berlebihan. Pada individu yang berusia 20-an awal hingga sekitar usia 25 tahun jerawat biasanya menghilang karena produksi hormon di usia ini sudah lebih stabil.

Jerawat bukan menandakan penderitanya kotor atau jorok, walaupun kebersihan yang buruk dapat memperburuk kondisi jerawat. Kecocokan dan efektivitas pengobatan jerawat untuk masing-masing orang berbeda-beda tergantung dari beberapa faktor seperti penyebab, jenis kulit, usia, gaya hidup, perilaku hidup, pola makan, dan jenis/tipe jerawat itu sendiri.

Beberapa tips untuk mengatasi jerawat agar tidak tambah parah:
ü  Jangan sering-sering mencuci muka
ü  Jangan mencuci muka dengan sabun antiseptik, cukup dibasuh dengan sabun atau pengganti sabun yang bersifat ringan dan tidak membuat kulit kering.
ü  Hindari penggunaan astringent, scrub yang bersifat abrasif atau hars soaps.
ü  Singkirkan rambut dari wajah, terutama rambut yang beminyak karena dapat memperburuk kondisi pori-pori kulit yang tersumbat.
ü  Hindari penggunaan minyak atau produk kosmetik yang berbahan dasar minyak dan lemak karena dapat memperburuk kondisi jerawat.
ü  Gunakan produk kosmetik berbahan dasar air.
ü  Rajin untuk menghilangkan riasan make-up di wajah menggunakan gentle make-up remover sebelum tidur malam.
ü  Hindari memegang wajah dengan tangan atau jari-jari tangan.
ü  Jika jerawat tidak kunjung membaik segera periksakan dan berobat ke dokter spesialis kulit dan kelamin.

Nah itu beberapa tips untuk mengatasi jerawat Anda agar tidak tambah parah. Selamat mencoba dan semoga berhasil ya.

Cara Memperbaiki Jumlah Dan Kualitas Tidur Pada Bayi


Anda memiliki bayi yang tidak nyenyak tidurnya? Atau bayi anda sering begadang pada malam hari? Tidur dan istirahat yang cukup itu penting untuk perkembangan sosial, kognitif, dan fisik anak. Tidur, belajar, suasana hati, penampilan, dan kesehatan sangat terkait satu dengan yang lain. Tidur malam yang kurang pada bayi dapat menyebabkan rasa mengantuk berlebihan di siang hari, bayi menjadi rewel, perubahan perilaku seperti lebih agresif dan hiperaktif, menimbulkan masalah dalam hal belajar dan ingatan, gangguan fungsi ketahanan tubuh dan metabolisme. Dan tentunya selain berdampak negatif pada bayi, tidur bayi yang kurang juga menimbulkan dampak merugikan bagi orang tuanya, seperti frustasi dan stress, depresi pada ibu, dan terganggunya kegiatan keluarga.

Para orang tua sering bertanya-tanya apakah pola tidur bayi mereka normal dan sehat mengingat pola tidur yang dimiliki bayi dan anak sangat berbeda dengan pola tidur orang dewasa. Bayi baru lahir normalnya memiliki jumlah tidur 10,5 jam-18 jam/hari. Pada bayi baru lahir ini tidak ada pola tidur teratur yang pasti. Untuk bayi usia 2 bulan – 12 bulan memiliki jumlah tidur 14 jam-14,5 jam/hari, dengan pola tidur siang mulai menetap dan tidur malam berangsur-angsur memanjang. Pada bayi usia 12 bulan-36 bulan normalnya memiliki jumlah tidur 13 jam-14 jam/hari, dengan pola tidur malam semakin panjang dan kebutuhan tidur siang perlahan-lahan berkurang.

Berdasarkan data dari survey tidur dan penelitian APPSA (Asia Pacific Pediatric Sleep Alliance), terdapat tiga cara yang dapat secara signifikan memperbaiki jumlah dan kualitas tidur pada bayi, yaitu :

A.    A reguler bedtime routine (kegiatan rutin yang teratur menjelang tidur)
Yang dapat Anda lakukan adalah memperkenalkan kegiatan rutin yang teratur menjelang tidur untuk membantu bayi Anda tertidur lebih cepat. 

Tiga langkah kegiatan rutin menjelang tidur :
1.     Langkah 1 : Mandi air hangat
Mandi (atau seka) air hangat  dan sentuhan Anda yang menenangkan akan membantu bayi rileks dan pulih dari kelelahan bermain dalam sehari.

2.     Langkah 2 : Pijatan lembut
Pijat adalah cara yang baik untuk menenangkan bayi. Kegiatan ini juga merupakan cara yang menyenangkan untuk memperat ikatan emosi Anda dengan bayi Anda. Tidak ada  perarturan khusus untuk memijat bayi selama Anda mengetahui cara melakukannya dengan aman. Dan ingatlah untuk mengamati isyarat dari bayi untuk mengenali apa yang terbaik untuknya.

3.     Langkah  3 : Tenang menjelang tidur
Tenangkan bayi sebelum tidur dengan waktu tenang bersama, berbicara dengan lembut, bernyanyi lagu tidur, membaca doa tidur, atau membaca cerita/dongeng. Apapun kegaiatan yang Anda pilih, waktu tenang sebaiknya menciptakan suasana hangat dan nyaman bagi bayi selama bersama Anda. Untuk memastikan tidur malam yang  baik, waktu tenang sebaiknya tidak lebih dari 20 menit.

Waktu terbaik untuk memulai kegiatan rutin menjelang tidur adalah ketika pertama kali bayi dibawa pulang ke rumah. Namun mungkin bagi beberapa orangtua agak sulit untuk langsung menetapkan jadwal tersebut, karena kehadiran bayi baru dalam rumah membutuhkan banyak penyesuaian. Jadi waktu yang baik untuk mulai adalah saat bayi berusia 1-2 bulan, ini adalah saatnya kebanyakan bayi mulai tidur lebih lama di malam hari dan anggota keluarga yang lain juga sudah mulai terbiasa dengan kehadiran bayi.

Tiga langkah rutin menjelang tidur terbukti secara klinis untuk:
·         Membantu bayi tertidur lebih cepat
·         Mengurangi jumlah dan lamanya terbangun di malam hari
·         Meningkatkan lamanya tidur nyenyak

B.     Bed before 9 p.m (tidur sebelum jam 9 malam)
Anda dapat membiasakan menidurkan bayi lebih awal (sebelum jam 9 malam) secara teratur. Hal ini mungkin memerlukan penyesuaian irama hidup keluarga, namun hasilnya akan sangat bermanfaat. Kapan mulai membiasakan tidur sebelum jam 9 malam? Mulailah bersamaan dengan perkenalan kegiatan rutin menjelang tidur ketika bayi berusia 1-2 bulan.

C.     Children learn to fall asleep on their own (anak perlu belajar tertidur sendiri)
Memberi minum, mengayun sampai tertidur, atau bahkan sekedar menemani di kamar atau di tempat tidur saat bayi tertidur menyebabkan timbulnya asosiasi tidur, sehingga bayi Anda selalu memerlukan kehadiran orang tuanya setiap kali ia terbangun di malam hari. Bayi yang diayun sampai tertidur akan perlu diayun kembali sampai tertidur ketika ia terbangun. Yang dapat Anda lakukan adalah biarkan bayi Anda belajar tertidur sendiri. Anda tetap dapat melakukan kegiatan di waktu tenang untuk minum, mengayun, bernyanyi, dll sebagai kegiatan terakhir sebelum bayi tidur, kemudian letakkan bayi Anda ketika sudah mulai mengantuk tapi masih terjaga, sehingga ia dapat tertidur dengan sendirinya.

Kapan saat yang tepat bayi Anda belajar tertidur sendiri? Usia 3-6 bulan adalah waktu yang tepat untuk memulainya. Pada usia 6 bulan, bayi Anda sudah mampu menenangkan diri sendiri kemudian tidur, dan karena kebiasaan yang sudah ada belum terlalu melekat erat, hal tersebut masih dapat diubah. Bahkan bila dalam kondisi Anda dan bayi Anda tidur dikamar atau tempat tidur yang sama, Anda tetap dapat membiarkan bayi Anda tertidur sendiri (tanpa diberi minum atau diayun).


Mengenal Diabetes Lebih Dalam

Diabetes semakin hari jumlahnya semakin meningkat tajam. Diabetes bisa kita temukan dimana- mana, bahkan cenderung menakutkan. Banyak ahli menyebutkan bahwa diabetes adalah silent killer alias pembunuh mematikan secara diam-diam. Sebelum kita membahas terlalu jauh tentang diabetes, sudahkan Anda tahu apa itu diabetes?

Diabetes adalah kondisi dimana terjadi kekurangan insulin di dalam tubuh atau tubuh tidak dapat memberikan respon yang adekuat terhadap insulin. Insulin merupakan hormon yang dihasilkan oleh pankreas, diperlukan untuk mengolah gula darah dan mengubahnya menjadi energi. Jika tubuh tidak menghasilkan insulin yang cukup maka hal ini akan menyebabkan kadar gula dalam darah meningkat.

Kalau Anda masih bingung kenapa kok gula darah bisa naik? Pertama-tama Anda harus tahu bagaimana tubuh mengatur gula. Gula dalam darah disebut glukosa, glukosa ini berasal dari dua sumber, yaitu dari makanan yang kita konsumsi dan yang diproduksi hati. Makanan sehari-hari yang kita konsumsi mengandung karbohidrat. Karbohidrat diserap tubuh lewat usus kemudian berubah menjadi glukosa. Sumber energi utama sel tubuh adalah glukosa yang berada di otot dan jaringan. Agar dapat berfungsi dengan baik, glukosa membutuhkan insulin yang diproduksi sel beta kelenjar pankreas. Pankreas akan menghasilkan insulin ke dalam aliran darah setiap kali kita makan. Dengan demikian kadar glukosa dalam darah akan turun karena digandeng oleh insulin. 

Hati merupakan tempat penyimpanan sekaligus pusat pengolahan glukosa. Pada saat kadar insulin meningkat seiring dengan makanan yang masuk ke tubuh, hati akan menimbun glukosa yang nantinya akan dialirkan menuju sel-sel tubuh yang membutuhkan. Ketika kita tidak makan, maka insulin dalam darah rendah sehingga terpaksa timbunan gula di dalam hati (glikogen) diubah menjadi glukosa kembali dan dikeluarkan ke aliran darah dan berjalan menuju sel-sel tubuh.

Jika kadar glukosa darah rendah, di dalam pankreas ada sel alfa yang akan memproduksi hormon glukagon, yang berfungsi merangsang sel hati agar bekerja memecah glikogen menjadi glukosa. Di dalam tubuh kita masih mempunyai hormon-hormon lain yang fungsinya berlawanan dengan insulin, yaitu glukagon, epinefrin (adrenalin), dan kortisol (hormon steroid). Hormon-hormon ini memicu hati untuk mengeluarkan glukosa sehingga glukosa dalam darah bisa naik. Keseimbangan hormon-hormon di dalam tubuh akan mempertahankan gula darah kita berada tetap dalam batas normal.

Nah, pada penderita diabetes ada gangguan keseimbangan antara transportasi glukosa ke dalam sel, glukosa yang disimpan di hati, dan glukosa yang dikeluarkan dari hati, sehingga kadar glukosa dalam darah meningkat. Kemudian kelebihan glukosa ini akan dikeluarkan melalui urine, sehingga jumlah urine banyak dan mengandung gula. Hal inilah yang menyebabkan sering kita dengar orang-orang menyebutkan diabetes sebagai penyakit kencing manis karena kencingnya mengandung gula yang manis.

Ketidakseimbangan hormon pada penderita diabetes hanya ada dua penyebab. Pertama, pankreas tidak mampu lagi menghasilkan insulin. Kedua, sel tubuh tidak memberi respons pada kerja insulin sebagai kunci untuk membuka pintu sel sehingga glukosa tidak dapat masuk ke sel.


Ada 2 Tipe Diabetes :

1.     Diabetes Tipe 1

Diabetes tipe 1 adalah kondisi pankreas sebagai pabrik insulin tidak dapat atau berkurang kemampuannya dalam menghasilkan insulin. Insulin di dalam tubuh akan berkurang atau tidak ada sama sekali, sehingga gula akan menumpuk di dalam peredaran darah karena tidak dapat diangkut ke dalam sel.

Diabetes tipe 1 ini biasanya terjadi pada usia anak atau remaja, baik pria maupun wanita. Gejalanya timbul mendadak dan bisa langsung berat, bahkan bisa sampai koma apabila tidak segera ditolong dengan suntikan insulin.

2.     Diabetes Tipe 2

Diabetes tipe 2 adalah kondisi dimana pankreas masih bisa menghasilkan insulin tetapi kualitas insulinnya buruk sehingga tidak dapat berfungsi dengan baik dan menyebabkan glukosa dalam darah meningkat. Penderita diabetes tipe 2 ini biasanya tidak perlu suntikan insulin dalam pengobatannya, tetapi perlu obat tablet yang bekerja untuk memperbaiki fungsi insulin, menurunkan glukosa, dan memperbaiki pengolahan gula di hati.

Kemungkinan lain terjadinya diabetes tipe 2 ini adalah sel-sel jaringan tubuh  dan otot penderita tidak peka atau sudah resisten terhadap insulin, yang disebut resistensi insulin (insulin resistance), sehingga insulin tidak dapat bekerja dengan baik dan glukosa akhirnya tertimbun di dalam peredaran darah. Keadaan ini umumnya terjadi pada pasien yang gemuk atau obesitas.

Diabetes tipe 2 merupakan jenis yang paling sering didapatkan. Biasanya terjadi pada usia di atas 40 tahun, namun tidak menutup kemungkinan dapat terjadi pada usia lebih muda atau sekitar 20 tahun.

3.     Diabetes Pada Kehamilan

Diabetes yang terjadi pada wanita hamil disebut diabetes tipe gestasi (gestational diabetes). Kondisi ini terjadi karena pembentukan beberapa hormon pada wanita hamil yang menyebabkan resistensi insulin.


Cara Memilih Kortikosteroid Topikal Yang Tepat Pada Penyakit Kulit

Kortikosteroid merupakan derivat hormon kortikosteroid yang dihasilkan oleh kelenjar adrenal. Hormon ini memainkan peran penting termasuk mengontrol respons inflamasi. Kortikosteroid hormonal dapat digolongkan menjadi glukokortikoid dan mineralokortikoid. Golongan glukokortikoid adalah kortikosteroid yang efek utamanya terhadap penyimpanan glikogen hepar dan khasiat antiinflamasinya nyata. Prototip golongan ini adalah kortisol dan kortison, yang merupakan glukokortikoid alami. Terdapat juga glukokortikoid sintetik, misalnya prednisolon, triamsinolon, dan betametason. Golongan mineralokortikoid adalah kortikosteroid yang mempunyai aktivitas utama menahan garam dan terhadap keseimbangan air dan elektrolit. Pada manusia, mineralokortikoid yang terpenting adalah aldosteron. Umumnya golongan ini tidak mempunyai efek antiinflamasi yang berarti, sehingga jarang digunakan.

Berdasarkan cara penggunaannya, kortikosteroid dapat dibagi dua, yaitu kortikosteroid sistemik dan kortikosteroid topikal. Kortikosteroid topikal bermanfaat membantu meredakan rasa gatal yang disebabkan oleh alergi pada kulit dan mukosa. Kortikosteroid sebaiknya digunakan sesedikit mungkin dan hanya terbatas pada area yang mengalami inflamasi saja. Kortikosteroid topikal adalah salah satu obat yang sering diresepkan dan digunakan untuk pasien dermatologi. Sayangnya, kortikosteroid topikal sering kali digunakan secara tidak tepat baik oleh dokter, farmasi, toko obat, ahli kecantikan ataupun pasien karena keampuhannya menghilangkan gejala dan tanda berbagai penyakit kulit. Hal tersebut tidak jarang menimbulkan masalah efek samping. Secara farmakologik penulisan resep kortikosteroid topikal harus rasional, terutama bila dikombinasikan / dicampur dengan obat lain, serta selalu mempertimbangkan efek samping yang mungkin terjadi.

Untuk keberhasilan pengobatan dengan kortikosteroid topikal, beberapa faktor kunci yang harus dipertimbangkan adalah diagnosis yang akurat, memilih obat yang benar, mengingat potensi, jenis sediaan, frekuensi penggunaan obat, durasi pengobatan, efek samping, dan profil pasien yang tepat. Efektivitas kortikosteroid topikal bergantung pada potensi / kekuatan, vehikulum, frekuensi pengolesan, jumlah/banyaknya, dan lama pemakaian. Selain diagnosis yang tepat, stadium penyakit, lokasi anatomi, dan faktor usia, kepatuhan pasien juga ikut mempengaruhi keberhasilan terapi.

Indikasi Kortikosteroid Topikal
Kortikosteroid topikal mempunyai kemampuan menekan inflamasi/peradangan dengan cara menghambat fosfolipase A dan menekan IL-1α. Sebagai obat imunosupresan, kortikosteroid dapat menghambat kemotaksis neutrofil, menurunkan jumlah sel Langerhans dan menekan pengeluaran sitokin, menekan reaksi alergi-imunologi, serta menekan proliferasi/antimitotik. Kortikosteroid topikal juga menyebabkan vasokonstriksi dan efek ini sejalan dengan daya antiinflamasi.

Beberapa jenis penyakit kulit yang responsif terhadap kortikosteroid adalah Alopecia areata, Atopic dermatitis (resistant), Discoid lupus, Hyperkeratotic eczema, Lichen planus, Lichen sclerosus (skin), Lichen simplex chronicus, Nummular eczema, Psoriasis, Severe hand eczema, Asteatotic eczema, Atopic dermatitis, Lichen sclerosus (vulva), Nummular eczema, Scabies (after scabicide), Seborrheic dermatitis, Severe dermatitis, Severe intertrigo (short-term), Statis dermatitis, Dermatitis (diaper), Dermatitis (eyelids), Dermatitis (face), Intertigo, Perianal inflammation.

Kekuatan Kortikosteroid Topikal
Kekuatan atau Potensi adalah jumlah obat yang dibutuhkan untuk menghasilkan efek terapi yang diinginkan. Potensi/kekuatan kortikosteroid topikal dapat diukur dengan menghitung daya vasokonstriksi. Daya vasokonstriksi di kulit orang sehat menjadi dasar klasifikasi potensi. Efek terapi kortikosteroid topikal pada setiap pasien hasilnya bervariasi. Keberhasilan terapi tidak hanya bergantung pada kekuatan kortikosteroid topikal, tetapi juga dipengaruhi oleh frekuensi dan jumlah obat yang diaplikasikan, jangka waktu pemberian terapi, dan lokasi anatomi. Terdapat perbedaan hasil pengobatan kortikosteroid topikal walaupun formula generiknya sama atau di satu kelas yang sama. Setiap nama dagang tertentu menggunakan vehikulum yang berbeda. Bentuk lotion, krim, salep, ataupun gel memberikan hasil berbeda. Konsentrasi formula juga akan mempengaruhi potensi kortikosteroid topikal.

Kortikosteroid topikal potensi rendah adalah agen paling aman untuk penggunaan jangka panjang, pada area permukaan besar, pada wajah, atau pada daerah dengan kulit tipis dan untuk anak-anak. Kortikosteroid topikal yang lebih kuat sangat berguna untuk penyakit yang parah dan untuk kulit yang lebih tebal di telapak kaki dan telapak tangan. Kortikosteroid topikal potensi tinggi dan super poten tidak boleh digunakan di selangkangan, wajah, aksila dan di bawah oklusi, kecuali dalam situasi yang jarang dan untuk durasi pendek.

Kortikosteroid topikal diklasifikasikan menjadi tujuh kelas menurut sistem Amerika dengan kelas I merupakan super poten dan kelas VII menunjukkan potensi yang paling rendah. Menurut formularium nasional Inggris, Kortikosteroid topikal dibagi menjadi empat kelompok sesuai dengan potensinya.

Kategori
Kelas
Contoh
Amerika Serikat
Inggris
Super-Poten
1
1
Klobetasol propionate 0,05%
Betamethason dipropionat 0,05% dalam vehikulum teroptimisasi
Potensi Tinggi
2-3
2
Betamethason dipropionat 0,05%
Betamethason valerat 0,1%
Desoksimetason 0,25%
Flutikason propionat 0,05%
Mometason furoat 0,1%
Potensi Sedang
4-5
3
Betamethason valerat 0,1%
Flutikason propionat 0,05%
Mometason furoat 0,1%
Prednikarbat 0,1%
Triamsinolon asetonid 0,1%
Potensi Rendah
6-7
4
Alklometason dipropionat 0, 05%
Desonid 0,05%
Hidrokortison 0,1%

Cara Mengoptimalkan Penggunaan Kortikosteroid
ü  Memilih Kortikosteroid yang tepat sesuai dengan indikasinya. Mulailah dengan yang potensi ringan, terutama untuk lesi di wajah, kelopak mata, intertriginosa, fleksural, skrotum, dan untuk area yang luas. Penggunaaan Kortikosteroid harus sesuai dengan potensinya untuk mencapai pengendalian penyakit dan pengobatan yang maksimal. Makin kuat potensi, makin kuat daya inflamasi, dan antiproliferasi.
ü  Setelah mencapai hasil yang memuaskan, turunkan potensi Kortikosteroid atau kurangi frekuensi aplikasi secara perlahan-lahan sampai pengobatan tuntas.
ü  Kortikosteroid poten atau sangat poten dengan teknik oklusi lebih bermanfaat pada lesi kronik ditandai hiperkeratosis dan likenifikasi.
ü  Hati-hati penggunaan Kortikosteroid, terutama pada anak, orang tua, wanita hamil dan menyusui.
ü  Segera hentikan pemakaian kortikosteroid jika terjadi efek samping.
ü  Hindari menggunakan preparat kombinasi Kortikosteroid dengan antimikroba dan antijamur bila tidak ada indikasi dari dokter.
ü  Menghindari penggunaan Kortikosteroid untuk ruam yang tidak terdiagnosis karena akan mengaburkan diagnosis.

Gejala Orang Yang Terkena Diabetes

Banyak orang yang tidak menyadari mereka mengidap diabetes karena setiap orang memiliki kepekaan yang berbeda-beda. Terkadang mereka sampai...