Alergi Pada Anak

Bismillahirrohmanirrohim.. 
Saya adalah seorang ibu dari satu batita yang sedang aktif-aktifnya dan sedang kepo-keponya. Walaupun dulu jaman kuliah dan koas sering mempelajari dan menemui tentang kasus alergi pada anak tapi tidak pernah terbayangkan sebelumnya kalau saya akan memiliki anak dengan alergi yang lumayan menguras tenaga ini. Yah saya Pede Pede aja kalo anak saya nanti pasti kulitnya mulus terbebas dari bentol-bentol dan merah-merah alergi karena memang dari keluarga saya tidak ada keturunan alergi. Terus sekarang kok bisa saya punya anak yang alergi??? Nah buat yang belum tau apa itu alergi dan kenapa alergi itu bisa datang sewaktu-waktu pada bayi atau anak yang lagi gemas-gemasnya, yuk simak penjelasan berikut ya. 

Alergi merupakan reaksi hipersensitivitas tubuh terhadap zat-zat (alergen) yang pada individu normal tidak membahayakan tetapi pada individu yang sensitif dapat memicu timbulnya reaksi alergi. Reaksi alergi ini dapat muncul setelah suatu alergen (misal debu, serbuk bunga, makanan) kontak dengan kulit atau mata, termakan, terhirup, atau masuk ke dalam tubuh kita melalui injeksi. Hal ini bisa terjadi akibat mengkonsumsi obat, makanan tertentu, atau menghirup udara yang banyak mengandung debu atau tungau/kutu binatang. Jadi intinya kalo pada anak alergi ini bisa dikatakan lebay dalam menerima respon alergen yang padahal kalau si penerima respon alergen ini orang normal (non alergy) ya biasa aja nothing happen yang berlebihan gitu. 

Nah reaksi alergi ini dapat bermanifestasi dalam beberapa bentuk : 

1. Alergi pernapasan, meliputi asma, rinitis alergi, atau hay fever. 

2. Alergi pencernaan, seperti muntah, sakit perut, dan diare (terutama pada bayi dan anak). 

3. Alergi Kulit, seperti kemerahan pada kulit hingga urtikaria, bisul, atau dermatitis. Dan mungkin bisa juga terlihat pada bagian lainnya diluar kulit, termasuk mata (konjungtivitis alergi). 

Reaksi Alergi yang serius dapat mengakibatkan syok anafilaksis yang membutuhkan perawatan kegawatdaruratan. 

Dari ketiga bentuk manifestasi alergi diatas biasanya setiap anak yang alergi memiliki salah satu atau lebih bentuk manifestasi tersebut. Terus sekarang pertanyaannya kok bisa seorang anak mengalami alergi? Sebenarnya datang dari mana alergi itu? Sekarang akan saya bahas dari mana si datangnya alergi itu. 

Ada dua faktor penyebab terjadinya alergi, yaitu faktor genetik dan faktor lingkungan. 

1. Faktor Genetik 
Anak mendapatkan “bakat” alergi yang diturunkan dari orangtuanya. Anak yang memiliki anggota keluarga dengan riwayat alergi, memiliki peluang mengalami alergi yang lebih tinggi dibandingkan dengan yang tidak. Semakin tinggi persennya tentu semakin tinggi juga peluang atau kesensitifan tubuh anak dalam terjadinya alergi. Bahkan ketika kedua orang tua tidak memiliki riwayat alergi maka anak tetap memiliki peluang alergi sebesar 5-15%. Jika salah satu orang tua ada yang memiliki alergi maka anak memiliki peluang alergi 20-40%. Jika kedua orang tua tidak memiliki alergi, namun satu saudara kandung memiliki alergi maka peluang terjadinya alergi pada anak adalah 25-35%. Anak akan memiliki peluang alergi 40-60% jika kedua orang tua juga memiliki alergi. Nah yang paling besar potensi atau peluang alergi pada anak adalah ketika kedua orang tua menderita alergi yang sama yaitu sebesar 50-80%. Maksudnya alergi yang sama adalah manifestasinya sama, misal sama-sama alergi di sistem pernapasan yaitu sama-sama asma. Atau manifestasi di kulit yaitu sama-sama dermatitis. 

2. Faktor Lingkungan 
Dalam keadaan normal, sistem kekebalan tubuh akan bereaksi jika mendapat “ancaman” dari luar. Ketika “ancaman” berupa bakteri atau virus yang menyerang, sistem kekebalan akan melindungi tubuh dengan cara menghasilkan antibodi. Dalam keadaan alergi, sistem kekebalan tubuh salah mengenali bahan yang sesungguhnya tidak berbahaya sebagai suatu “ancaman” sehingga menimbulkan reaksi alergi. Bahan tersebut dikenal dengan istilah alergen. Seperti yang sudah saya sebutkan diatas bahwa alergen bisa berasal dari makanan, debu, serbuk tanaman, bulu hewan, jamur, tungau/kutu binatang, lateks, sengatan serangga, atau obat-obatan. 

Nah sudah cukup jelas kan sekarang tentang apa saja penyebab alergi dan manifestasi alergi? Sekarang sudah bisa menentukan anak Anda ada alergi atau tidak, kalau ada alergi penyebabnya karena apa dan berapa persen faktor genetik / keturunan alergi dari orangtuanya. Sampai disini dulu ya sharing ilmu dari saya semoga bermanfaat. Next saya akan sharing juga tentang pencegahan, penanganan, dan juga terapi atau obat-obat alergi. Kalau ada pertanyaan atau mau request sharing ilmu tentang apa boleh ya tulis comment di bawah ya. 

Alhamdulillah.. 



No comments:

Post a Comment

Gejala Orang Yang Terkena Diabetes

Banyak orang yang tidak menyadari mereka mengidap diabetes karena setiap orang memiliki kepekaan yang berbeda-beda. Terkadang mereka sampai...